Baru-baru ini, chip inferensi AI LIama2 yang dirilis oleh Groq memicu perbincangan hangat. Biaya pengoperasiannya yang tinggi, hingga US$11,71 juta, telah menjadi fokus industri. Biaya ini jauh lebih tinggi dari perkiraan dan tidak kompetitif dibandingkan dengan GPU Nvidia, sehingga menimbulkan pertanyaan tentang rasio harga/kinerjanya. Banyak netizen dan analis yang menyuarakan keprihatinan tentang efektivitas biaya chip Groq dan percaya bahwa prospek komersialisasinya menghadapi tantangan.
Biaya pengoperasian chip inferensi AI LIama2 yang diluncurkan oleh Groq mencapai US$11,71 juta, yang telah menarik perhatian industri. Groq menghadapi tantangan biaya dibandingkan dengan kinerja biaya GPU Nvidia. Netizen memperkirakan 568 chip akan dibeli untuk menjalankan LIama2, sementara analis percaya bahwa chip Groq memiliki tantangan biaya dan efisiensi. Secara keseluruhan, chip inferensi AI yang diluncurkan oleh Groq memiliki kinerja luar biasa, namun masalah biaya harus segera diatasi.Meskipun chip Groq memiliki kinerja yang baik, biayanya yang tinggi tidak diragukan lagi merupakan hambatan besar dalam perjalanan menuju komersialisasi. Di masa depan, Groq perlu mencari terobosan dalam pengurangan biaya untuk mendapatkan pijakan di pasar chip AI yang sangat kompetitif. Hanya dengan memecahkan masalah biaya kita dapat benar-benar memanfaatkan keunggulan kinerjanya dan mewujudkan nilai pasar.