Operator JavaScript terutama meliputi:
Operator aritmatika
| Operator | menjelaskan | contoh | Hasil perhitungan |
|---|---|---|---|
| + | menambahkan | y = 2+1 | y = 3 |
| - | mengurangi | y = 2-1 | y = 1 |
| * | mengambil | y = 2*3 | y = 6 |
| / | Membagi, hasil pengembalian adalah tipe titik mengambang | y = 6/3 | y = 2 |
| % | Temukan sisanya, kembalikan hasilnya sebagai tipe titik mengambang Kedua operan diharuskan menjadi bilangan bulat | y = 6%4 | y = 2 |
| ++ | Tambahkan, dibagi menjadi pra-add dan pasca add Akan tidak valid untuk boolean dan nol | y = 2 ++ y (sebelumnya ditambahkan) y ++ (ditambahkan nanti) | y = 3 |
| - | Berkurang, dibagi menjadi pre -predecreasing dan postdecreasing Akan tidak valid untuk boolean dan nol | y = 2 --y (sebelumnya dikurangi) Y-- (setelah pengurangan) | y = 1 |
Untuk pra-ADD dan pasca-ADD, hasil setelah eksekusi adalah semua variabel plus 1. Perbedaannya adalah bahwa hasil yang dikembalikan selama eksekusi berbeda. Lihat dua contoh berikut:
Salinan kode adalah sebagai berikut:
var x = 2;
peringatan (++ x); // output: 3
Peringatan (x); // Output: 3
var y = 2;
peringatan (y ++); // output: 2
Peringatan (y); // Output: 3
Hal yang sama berlaku untuk menurun.
Operator penugasan
Operator penugasan = digunakan untuk operasi penugasan. Operator penugasan adalah untuk menetapkan nilai kanan ke variabel kiri. Set y = 6, lihat tabel di bawah ini:
| Operator | contoh | Setara dengan | Hasil perhitungan |
|---|---|---|---|
| = | y = 6 | � | y = 6 |
| += | y += 1 | y = y+1 | y = 7 |
| -= | y -= 1 | y = y-1 | y = 5 |
| *= | y *= 2 | y = y*2 | y = 12 |
| /= | y /= 2 | y = y/2 | y = 3 |
| %= | y %= 4 | y = y%4 | y = 2 |
Operator penugasan dapat digunakan di Nested:
Salinan kode adalah sebagai berikut:
y = (x = 2) + 5; // Hasil: x = 2, y = 7
Operator perbandingan
| Operator | menjelaskan | contoh | Hasil perhitungan |
|---|---|---|---|
| == | setara | 2 == 3 | PALSU |
| === | Kesetaraan konstan (nilai dan tipe perlu dibandingkan) | 2 === 2 2 === "2" | BENAR PALSU |
| ! = | Tidak setara, juga bisa ditulis <> | 2 == 3 | BENAR |
| > | Lebih besar dari | 2> 3 | PALSU |
| < | Kurang dari | 2 <3 | BENAR |
| > = | Lebih besar dari atau sama dengan | 2> = 3 | PALSU |
| <= | Kurang dari atau sama dengan | 2 <= 3 | BENAR |
Operator perbandingan juga dapat digunakan untuk perbandingan string.
Operator tiga kali lipat
Tripartit dapat dianggap sebagai operator perbandingan khusus:
Salinan kode adalah sebagai berikut:
(Expr1)? (expr2): (expr3)
Penjelasan Sintaks: Ketika Expr1 mengevaluasi benar, nilai seluruh ekspresi adalah Expr2, jika tidak, itu adalah Expr3.
contoh:
Salinan kode adalah sebagai berikut:
x = 2;
y = (x == 2)? x: 1;
Peringatan (y); // Output: 2
Contoh ini menentukan apakah nilai x sama dengan 2. Jika x sama dengan 2, maka nilai y sama dengan x (yaitu, sama dengan 2), dan y sama dengan 1.
Untuk menghindari kesalahan, adalah ide yang baik untuk melampirkan ekspresi operator ternary dalam tanda kurung.
Operator logis
| Operator | menjelaskan | contoh | Hasil perhitungan |
|---|---|---|---|
| && | Logika dan (dan) | x = 2; y = 6; x && y> 5 | PALSU |
| || | Logis atau (atau) | x = 2; y = 6; x && y> 5 | BENAR |
| Lai | Logis non-logis, ambil sisi logika yang berlawanan | x = 2; y = 6; ! (x> y) | BENAR |
Operator Concatenation String
Operator gabungan + terutama digunakan untuk menggabungkan dua string atau variabel string. Oleh karena itu, saat menggunakan operator ini untuk string atau variabel string, mereka tidak dihitung secara aditif.
contoh:
Salinan kode adalah sebagai berikut:
x = "Beijing";
y = x + "Halo!"; // Hasil: y = "Halo Beijing!"
// Untuk menambahkan spasi di antara dua string, Anda perlu memasukkan spasi ke dalam string:
y = x + "Halo!"; // Hasil: y = "Beijing Halo!"
Saat menggabungkan (penambahan) operasi antara string dan angka, angka akan dikonversi menjadi string dan kemudian digabungkan (penambahan):
Salinan kode adalah sebagai berikut:
x = 25;
y = "Aku tahun ini" + x + "tahun"; // Hasil: y = "Aku berumur 25 tahun"