UE baru -baru ini merilis draf pertama dari model Kode Etik untuk Kecerdasan Buatan Umum (GPAI), yang bertujuan untuk memberikan pedoman kepatuhan bagi perusahaan dan menghindari denda yang sangat besar. Kriteria ini mencakup bidang-bidang utama seperti transparansi, hak cipta, penilaian risiko dan mitigasi risiko, dan menempatkan persyaratan ketat pada pengembang model AI komputasi tinggi, seperti Openai, Google dan perusahaan lain. Draf pertama dengan jelas menetapkan langkah -langkah hukuman untuk pelanggaran, yang dapat mencapai hingga 35 juta euro atau 7% dari laba tahunan global, mana yang lebih tinggi. UE mendorong para pemangku kepentingan untuk secara aktif memberikan umpan balik dan bersama -sama meningkatkan pedoman, dan versi final akan dirilis pada 1 Mei 2025. Pengenalan prinsip ini menunjukkan bahwa industri kecerdasan buatan semakin ketat dan bahwa perusahaan perlu secara aktif beradaptasi dan mematuhi peraturan yang relevan.
Draf pertama kode perilaku model GPAI yang dirilis oleh UE memberikan referensi penting untuk pengembangan industri kecerdasan buatan dan juga mencerminkan tekad UE untuk mengatur penerapan teknologi kecerdasan buatan. Peningkatan dan implementasi versi selanjutnya akan memiliki dampak mendalam pada industri kecerdasan buatan global dan mempromosikan pengembangan yang sehat dari teknologi kecerdasan buatan.