Baru-baru ini, miliarder Elon Musk dengan berani meramalkan bahwa kecerdasan buatan umum (AGI) akan terwujud pada tahun 2026 atau sebelumnya melalui siaran langsung sebuah game, yang menarik perhatian luas dan diskusi panas. Tak hanya percaya diri dengan kedatangan AGI, ia juga membayangkan masa depan yang dibawa oleh robot humanoid Optimus dan mengevaluasi dampak kecerdasan buatan terhadap peradaban manusia. Pernyataan ini menambah variabel baru terhadap prospek pengembangan bidang kecerdasan buatan, dan juga memicu pemikiran masyarakat tentang hubungan antara perkembangan teknologi masa depan dan masyarakat manusia.
Baru-baru ini, saat memerankan "Diablo", Elon Musk melontarkan pernyataan yang mengejutkan banyak netizen. Ia memperkirakan kecerdasan buatan secara umum akan tercapai paling lambat pada tahun 2026.
Mengenai kapan kecerdasan buatan umum akan terwujud, ia mengatakan bahwa kecerdasan buatan umum (AGI) akan terwujud paling lambat pada tahun 2026, dan robot humanoid akan mengantarkan era yang tidak terbayangkan.
Dalam acara siaran langsung game tersebut, Musk tidak hanya membahas kemajuan kecerdasan buatan, tetapi juga menyebutkan dampaknya terhadap peradaban manusia. Ia mencontohkan, meski perkembangan kecerdasan buatan mengkhawatirkan, ia yakin kemungkinan berakhirnya peradaban manusia di abad ini hanya 1%.

Ia juga mengatakan bahwa Optimus akan mencapai level baru, dapat dirancang dengan gaya apa pun, dapat digunakan untuk menjemput anak-anak dari sekolah, atau bahkan menjadi "sekolah" yang dapat mengajarkan berbagai pengetahuan kepada anak-anak. Optimus mungkin berharga $20.000.
Prediksi Musk tidak diragukan lagi memberikan vitalitas baru ke dalam bidang kecerdasan buatan dan memberikan lebih banyak kemungkinan bagi imajinasi kita tentang masa depan. Namun, hadirnya AGI juga disertai dengan banyak tantangan dan ketidakpastian, yang mengharuskan kita menyikapinya dengan hati-hati dan meresponsnya secara aktif. Apakah ini berarti era baru akan datang, kita masih harus menunggu dan melihat.