Meta baru-baru ini membuat kemajuan signifikan dalam integrasi teknologi AI dan XR, dan chief technology officer-nya Andrew Bosworth menguraikan hal ini dalam sebuah wawancara. Meta secara aktif mengeksplorasi penerapan AI di bidang augmented reality (AR) dan menganggapnya sebagai kunci aplikasi pembunuh. Artikel ini akan fokus pada terobosan terbaru Meta di bidang teknologi AI, termasuk inisiatif inovatifnya dalam strategi sumber terbuka, model terjemahan AI, dan aplikasi kacamata pintar, yang menunjukkan tata letak strategis dan kekuatan teknisnya di bidang kecerdasan buatan.
Andrew Bosworth, chief technology officer Meta, mengatakan dalam sebuah wawancara baru-baru ini bahwa AI telah menjadi kekuatan pendorong utama untuk aplikasi mematikan di bidang XR. Dia mengambil kacamata AR terbaru Meta sebagai contoh dan berbagi wawasannya tentang integrasi AI dan XR. Di saat yang sama, strategi Meta di bidang open source juga menarik banyak perhatian. Selain itu, Meta telah meluncurkan model terjemahan AI baru yang besar, dengan penundaan konversi ucapan real-time tidak lebih dari 2 detik. Selain itu, Meta mengumumkan akan meluncurkan fungsi AI multi-modal pada kacamata pintar Ray-Ban untuk memberikan pengalaman yang lebih cerdas dan interaktif kepada pengguna.Investasi dan inovasi Meta yang berkelanjutan di bidang AI menunjukkan bahwa teknologi XR akan lebih cerdas dan nyaman di masa depan. Peluncuran fungsi AI multi-modal juga menandai babak baru dalam penerapan teknologi AI pada perangkat elektronik konsumen. Di masa depan, Meta dapat menghadirkan lebih banyak kejutan di bidang AI dan XR.