Bocah laki-laki Rusia berusia 23 tahun, Aleksandr Zhadan, menggunakan teknologi AI untuk akhirnya menemukan cinta sejati dengan berkomunikasi dengan 5.239 gadis dan bertunangan dengan pacarnya Karina. Metode pacaran unik ini, yang secara cerdik memadukan kecerdasan buatan dengan romansa, telah menarik perhatian luas dan diskusi hangat. Dia terus meningkatkan chatbot AI agar lebih akurat mencocokkan pasangan idealnya, menunjukkan potensi penerapan kemajuan teknologi dalam hubungan interpersonal. Meski metode ini kontroversial, namun tidak dapat dipungkiri bahwa metode ini memberikan ide dan kemungkinan baru bagi penerapan teknologi AI di bidang emosional.
Bocah Rusia berusia 23 tahun Aleksandr Zhadan menggunakan teknologi obrolan AI untuk akhirnya menemukan pacar favoritnya Karina melalui komunikasi dengan 5.239 gadis dan bertunangan. Ia terus menyempurnakan AI chatbot dan menunjukkan cara pacaran yang unik dalam teknologi dan romansa. Meski menimbulkan pertanyaan, namun hal ini juga membawa pemikiran baru pada penerapan teknologi AI di bidang emosional.Kisah Aleksandr Zhadan tidak hanya menunjukkan potensi teknologi AI dalam komunikasi interpersonal, tetapi juga memicu pemikiran masyarakat tentang hubungan antara teknologi dan cinta. Kedepannya, teknologi AI akan lebih banyak digunakan di bidang emosional, namun bagaimana menyeimbangkan teknologi dan sentuhan manusia masih memerlukan eksplorasi dan pertimbangan lebih lanjut.