Baru-baru ini, Lance Hill, penulis skenario film klasik Amerika "The Last of Us", menggugat Amazon dan MGM, menuduh mereka melanggar haknya dengan menggunakan kecerdasan buatan untuk "mengkloning" suara aktor tanpa izin selama pembuatan ulang film tersebut. hak cipta. Langkah ini memicu perselisihan etika dan hukum di industri mengenai penerapan teknologi kecerdasan buatan dalam produksi film dan televisi. Hill telah mengajukan permohonan ke Kantor Hak Cipta AS untuk mendapatkan kembali hak tersebut, sementara Amazon membantah menggunakan AI untuk menyalin suara aktor. Kejadian ini menyoroti tantangan baru yang dihadapi perlindungan hak cipta di era kecerdasan buatan yang berkembang pesat.
Menurut laporan IT House, penulis skenario film klasik Amerika tahun 1989 "The Legend of the Dragon" baru-baru ini menggugat Amazon, menuduhnya melakukan pelanggaran hak cipta selama pembuatan ulang film tersebut. Penulis skenario Lance Hill menuduh Amazon dan MGM menggunakan kecerdasan buatan untuk "mengkloning" suara aktor dalam film versi baru. Hill mengajukan permohonan ke Kantor Hak Cipta A.S. untuk mendapatkan kembali hak atas film tersebut ketika klaim hak United Artists berakhir pada November 2023. Untuk menyelesaikan proyek sebelum batas waktu hak cipta, Amazon Studios menggunakan kecerdasan buatan untuk "menyalin" suara aktor yang terlibat dalam pembuatan ulang film tersebut. Amazon membantah klaim bahwa mereka menggunakan AI untuk menggantikan atau menciptakan kembali suara aktor.
Gugatan ini akan berdampak besar pada penerapan kecerdasan buatan di masa depan dalam industri film dan televisi. Hal ini juga mengingatkan kita bahwa kita perlu memperhatikan masalah etika dan hukum yang ditimbulkan oleh perkembangan teknologi kecerdasan buatan , kita perlu menyempurnakan undang-undang dan peraturan yang relevan untuk melindungi hak kekayaan intelektual dengan lebih baik.