Google Gemini AI baru-baru ini mengungkap masalah bias, dan fungsi pembuatan gambarnya menjadi kontroversial terkait tokoh sejarah, sehingga menimbulkan kekhawatiran luas. CEO Google Sundar Pichai mengecam keras hal ini dan mengatakan bahwa masalah seperti itu sama sekali tidak dapat diterima. Untuk menyelesaikan masalah ini dengan cepat, Google telah segera menghentikan penggunaan generator gambar Gemini dan berjanji akan mengerahkan seluruh upayanya untuk memecahkan masalah bias dan memastikan keadilan dan ketidakberpihakan pada aplikasi AI di masa depan. Kejadian ini menyoroti tantangan etika yang mungkin dihadapi model bahasa besar dalam penerapan praktisnya, dan juga mengingatkan kita bahwa kita perlu lebih berhati-hati dalam pengembangan dan penerapan teknologi kecerdasan buatan.
Artikel ini berfokus pada:
Aplikasi Google Gemini AI memiliki masalah bias, kata CEO Sundar Pichai, hal itu sama sekali tidak dapat diterima. Google telah berhenti menggunakan gambar Gemini untuk menghasilkan tokoh sejarah di tengah kontroversi. Pichai berjanji akan bekerja keras untuk menyelesaikan masalah tersebut dan menangguhkan penggunaan generator gambar Gemini.
Kejadian ini menjadi peringatan bahwa bidang kecerdasan buatan perlu memperkuat konstruksi norma etika. Seiring dengan perkembangan teknologi, tanggung jawab sosial juga perlu lebih diperhatikan untuk menghindari penyalahgunaan atau dampak negatif dari teknologi AI. Respons cepat Google juga mencerminkan prioritas tinggi Google terhadap masalah ini dan sikap bertanggung jawab terhadap pengguna. Kami berharap Google dapat memecahkan masalah ini secara efektif dan menyediakan layanan AI yang lebih aman dan andal kepada pengguna di masa depan.