CEO Meta Zuckerberg baru-baru ini memulai perjalanan ke Asia, sebuah langkah yang menyoroti niat strategis Meta untuk secara aktif berekspansi di bidang kecerdasan buatan global. Dia mengunjungi Korea Selatan dan Jepang dan mengadakan pembicaraan dengan para pemimpin dan raksasa teknologi kedua negara untuk membahas perkembangan masa depan, risiko dan peluang kerja sama kecerdasan buatan. Kunjungan ke Asia ini tidak hanya menunjukkan penekanan Meta pada pasar Asia, namun juga menandai meluasnya penerapan teknologi kecerdasan buatan di seluruh dunia dan penguatan kerja sama internasional. Pertemuan Zuckerberg dengan Presiden Korea Selatan Yoon Seok-wol dan Perdana Menteri Jepang Fumio Kishida, serta negosiasi kerja sama dengan Samsung, LG Electronics, dan perusahaan lain, akan berdampak besar pada perkembangan bidang kecerdasan buatan di masa depan.
Minggu ini, CEO Meta Zuckerberg memulai perjalanan ke Asia, membahas ekosistem digital AI dengan Presiden Korea Selatan Yoon Seok-yue, dan membahas kerja sama dengan Samsung, LG Electronics, dan perusahaan lain; ia kemudian mengunjungi Jepang untuk berkomunikasi dengan Perdana Menteri Fumio Kishida tentang kecerdasan buatan Risiko cerdas dan investasi. Rencana perjalanan Zuckerberg menunjukkan peran penting Meta dalam transformasi cerdas global.
Kunjungan Zuckerberg ke Asia menandai langkah penting dalam strategi kecerdasan buatan global Meta. Hal ini menunjukkan bahwa di masa depan, teknologi kecerdasan buatan akan semakin mengintegrasikan kerja sama internasional dan mendorong perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi global, yang patut mendapat perhatian terus-menerus. Isi pembicaraannya dengan para pemimpin berbagai negara dan perusahaan teknologi juga akan berdampak pada arah perkembangan industri kecerdasan buatan global.