Apple baru-baru ini secara strategis mengakuisisi perusahaan AI asal Kanada, DarwinAI, sebuah langkah yang bertujuan untuk meningkatkan kekuatannya di bidang kecerdasan buatan, khususnya dalam meningkatkan kemampuannya dalam pengembangan dan penerapan sistem kecerdasan buatan. DarwinAI berfokus pada pengembangan teknologi kecerdasan buatan untuk memeriksa komponen selama proses produksi dan berkomitmen untuk membangun sistem kecerdasan buatan yang lebih efisien. Akuisisi ini akan menghadirkan teknologi dan talenta AI yang canggih bagi Apple dan semakin mengkonsolidasikan posisi terdepannya di bidang teknologi. Apple berencana untuk mengintegrasikan teknologi DarwinAI ke dalam sistem operasi masa depannya untuk memberikan pengalaman yang lebih nyaman dan pribadi kepada pengguna.
Apple baru-baru ini menyelesaikan akuisisi perusahaan Kanada DarwinAI untuk memperkuat tim kecerdasan buatannya. DarwinAI berfokus pada pengembangan teknologi kecerdasan buatan untuk memeriksa komponen selama proses produksi, dan berkomitmen untuk membangun sistem kecerdasan buatan yang lebih efisien. Apple akan menambahkan fungsi kecerdasan buatan ke sistem operasi iOS18 dan macOS15 untuk melindungi privasi pengguna dengan menjalankannya secara lokal. Setelah Apple mengakuisisi DarwinAI, banyak karyawan yang bergabung dengan departemen kecerdasan buatan Apple untuk bersama-sama mempromosikan pengembangan teknologi. Akuisisi ini akan memperkuat kekuatan Apple di bidang kecerdasan buatan dan menjadikannya semakin terdepan.Akuisisi ini tidak hanya menandai investasi lebih lanjut Apple di bidang kecerdasan buatan, tetapi juga menunjukkan bahwa produk Apple akan memiliki fungsi AI yang lebih kuat di masa depan, memberikan pengalaman yang lebih cerdas dan nyaman bagi pengguna. Teknologi DarwinAI akan semakin meningkatkan daya saing Apple dalam perangkat lunak dan perangkat keras, sehingga memungkinkannya mempertahankan keunggulannya dalam persaingan pasar di masa depan.