Baru-baru ini, seorang netizen menggunakan alat AI seperti Midjourney, Runaway, dan Elevenlabs untuk membuat trailer film berjudul "Cyberlord of the Chips" yang menggabungkan "The Lord of the Rings" dan "Cyberpunk 2077", yang memicu diskusi hangat. Trailer tersebut menafsirkan kembali kisah The Lord of the Rings sebagai petualangan menemukan chip mematikan. Dunia Middle-earth digantikan oleh adegan bergaya cyberpunk, dan karakternya juga mengalami transformasi cyberpunk. Efek visual dari trailer tersebut memang menakjubkan, namun juga memicu diskusi tentang penerapan teknologi AI dalam pembuatan film, termasuk dampaknya terhadap hak cipta karya klasik dan keseimbangan antara seni dan teknologi.

Dalam trailer buatan AI ini, perjalanan orisinal untuk menghancurkan Lord of the Rings dikonsep ulang sebagai petualangan menemukan chip mematikan. Tanah luas dan kastil kuno di Middle-earth telah digantikan oleh lampu neon dan gedung pencakar langit cyberpunk, dan gambar para protagonis juga telah dibentuk ulang dengan gaya cyberpunk. Frodo menjadi penguntit dunia maya, Aragorn dan Legolas masing-masing berubah menjadi pendekar pedang dan penembak jitu. Tujuan mereka adalah menyelinap ke Menara Arasaka dan memasukkan chip ke dalam inti AI untuk menghancurkan rencana jahat Sauron.
Efek visual dari trailer tersebut sangat memukau, dengan gedung-gedung bertingkat, lantai dasar yang gelap dan lembap, serta jalanan yang diterangi lampu neon menciptakan pemandangan yang penuh kegembiraan dan ketegangan. Reaksi netizen terhadap trailer tersebut beragam. Beberapa orang percaya bahwa ini adalah inspirasi bagi industri film dan mungkin menumbangkan produksi film seperti teknologi CGI; beberapa netizen percaya bahwa trailer yang diproduksi oleh AI dapat membantu sutradara membayangkan gaya dan nada film tanpa benar-benar merekam kontennya.
Namun, ada juga yang berpendapat bahwa trailernya buruk, gambar yang dibuat oleh AI sulit untuk diterima, dan adaptasi karya klasik memiliki masalah hak cipta. Terlepas dari kontroversi tersebut, "Cyberlord of the Chips" tidak diragukan lagi menunjukkan perkembangan pesat teknologi AI di bidang pembuatan gambar, memberikan kita eksplorasi kemungkinan film di masa depan.
Sukses tidaknya trailer ini pun memicu diskusi tentang hubungan antara kemajuan teknologi, keunikan seni film, dan kedalaman kemanusiaan. Selagi mengejar perkembangan teknologi, bagaimana memastikan kedalaman dan resonansi emosional dari karya film adalah pertanyaan yang patut direnungkan. "Cyberlord of the Chips" tidak hanya menunjukkan potensi teknologi AI, tetapi juga mencerminkan arah pembuatan film di masa depan.
Meskipun trailer yang dihasilkan oleh AI ini telah menimbulkan kontroversi mengenai hak cipta dan kesenian, tidak diragukan lagi hal ini menunjukkan potensi besar teknologi AI dalam bidang produksi film dan juga memberi kita pemikiran baru tentang model pengembangan film di masa depan. Jelajahi dan teliti.