Dengan kinerjanya yang luar biasa di bidang kecerdasan buatan, nilai pasar Broadcom melampaui angka triliunan dolar dan menjadi raksasa di bidang chip AI. CEO-nya, Chen Fuyang yakin dengan kelanjutan perkembangan ledakan investasi AI dan memperkirakan bahwa ledakan tersebut akan terus berlanjut hingga akhir tahun 2020-an. Pertumbuhan kinerja Broadcom yang kuat dan kerja sama dengan raksasa teknologi menunjukkan posisi pentingnya di pasar perangkat keras AI dan meletakkan dasar yang kuat untuk pengembangannya di masa depan. Artikel ini akan mengeksplorasi secara mendalam tata letak strategis Broadcom, status pengembangan, dan prospek masa depan di bidang AI.
Broadcom telah berhasil memasuki klub kapitalisasi pasar bernilai triliunan dolar dengan kinerjanya yang kuat di pasar kecerdasan buatan. CEO Perusahaan Chen Fuyang melihat ke masa depan dan memperkirakan bahwa ledakan investasi AI akan terus berlanjut hingga akhir tahun 2020-an. Dia mengungkapkan bahwa pelanggan Broadcom berencana membangun klaster komputasi skala besar yang dilengkapi jutaan chip AI dalam tiga tahun ke depan, yang akan mendorong pertumbuhan pasar yang pesat.
Dalam laporan pendapatannya pada 12 Desember, Broadcom menunjukkan kinerja yang mengesankan. Pada tahun fiskal 2024, pendapatan perusahaan yang terkait dengan AI meningkat sebesar 220% dibandingkan tahun lalu menjadi US$12,2 miliar. Pertumbuhan ini terutama didorong oleh permintaan yang kuat terhadap portofolio produk AI XPU dan Ethernet.

Chen Fuyang mengungkapkan bahwa Broadcom bekerja sama dengan tiga pelanggan besar untuk mengembangkan chip AI dan berencana untuk menyebarkan cluster jaringan sebanyak 1 juta chip pada tahun 2027. Ia memperkirakan total ukuran pasar komponen jaringan XPU dan AI akan mencapai US$60-90 miliar pada tahun 2027. Meskipun Broadcom belum secara resmi mengumumkan daftar pelanggannya, para analis menunjukkan bahwa mitra utamanya termasuk Google, Meta, dan ByteDance.
Di bidang perangkat keras AI, Broadcom terus memperluas pengaruhnya melalui kerja sama dengan raksasa teknologi seperti OpenAI dan Apple. Broadcom telah menjadi mitra utama untuk solusi perangkat keras AI ketika perusahaan mencari alternatif selain Nvidia. Diantaranya, Apple bekerja sama dengan Broadcom untuk mengembangkan prosesor server AI pertama "Baltra", yang diharapkan akan diproduksi secara massal pada tahun 2026; OpenAI juga bekerja sama dengan Broadcom untuk mengembangkan prosesor inferensi AI, yang juga rencananya akan dipasang mulai berproduksi pada tahun 2026.
Ke depan, Wall Street optimis terhadap prospek Broadcom. Goldman Sachs menaikkan target harga 12 bulan Broadcom menjadi $240 dari $190. Morgan Stanley memperkirakan belanja modal oleh Amazon, Google, Meta, dan Microsoft akan mencapai sekitar US$300 miliar pada tahun 2024, yang mungkin akan meningkat lebih lanjut pada tahun 2026, dengan sebagian besar investasi ditujukan pada aset tetap seperti pusat data.
Chen Fuyang menyatakan optimismenya mengenai pertumbuhan bisnis AI Broadcom pada pertemuan laporan keuangan terbaru, terutama menekankan perlunya akselerator AI yang disesuaikan. Rangkaian perkembangan ini menandai bahwa pasar chip AI sedang memasuki tahap perkembangan baru, dan Broadcom diharapkan dapat memainkan peran yang lebih penting dalam putaran inovasi teknologi ini.
Secara keseluruhan, Broadcom menempati posisi terdepan di bidang chip AI dengan kekuatan teknis dan kerja sama strategisnya yang kuat. Broadcom memiliki potensi pengembangan yang besar di masa depan dan patut mendapat perhatian berkelanjutan. Keberhasilannya di bidang AI juga telah memberikan pengalaman berharga dan referensi bagi perusahaan lain.