Robot pekerjaan rumah otomatis AI "Daydream" yang dirilis oleh Geek Bay, pemilik Bilibili UP, populer di seluruh Internet. Fungsinya seperti membalik halaman secara mandiri, pemecahan masalah AI, dan meniru tulisan tangan sangat mengagumkan. Jumlah penayangannya melebihi satu juta hanya dalam dua hari, memicu diskusi hangat di kalangan netizen dan memicu pemikiran tentang hakikat pendidikan dan penerapan teknologi. "Daydream" tidak terjadi dalam semalam. Setelah berbulan-bulan penelitian dan pengembangan serta pengulangan oleh tim, akhirnya tim ini mendapatkan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan di berbagai disiplin ilmu, menunjukkan pesona inovasi teknologi dan eksplorasi pendidikan masa depan.
Apakah keinginan masa kecil Anda menjadi kenyataan? Baru-baru ini, Geek Bay, pembawa acara UP terkenal di Bilibili, merilis video yang menunjukkan Daydream, robot pembuat pekerjaan rumah otomatis AI yang dibuat dengan cermat oleh tim mereka penayangan melebihi 100 hanya dalam dua hari. Wan, pernah naik ke posisi ke-15 dalam daftar peringkat stasiun B.
Robot bernama Daydream ini merupakan artefak yang diimpikan oleh banyak siswa. Ia tidak hanya dapat membalik halaman secara mandiri, tetapi juga secara otomatis menjawab pertanyaan melalui model AI yang besar, dan bahkan dapat meniru tulisan tangan manusia. Yang lebih menakjubkan lagi adalah ia juga dengan hati-hati meratakan jahitan halaman saat membalik halaman. Desain yang nyaris manusiawi ini membuat banyak netizen takjub.

Lahirnya lamunan tidak terjadi dalam semalam. Tim Geek Bay menghabiskan beberapa bulan untuk menjalani peningkatan dari versi 1.0 ke versi 2.0. Awalnya, mereka mencoba memodifikasi mesin tulis yang ada, namun menemui serangkaian masalah teknis seperti stabilitas pembalikan halaman. Pada akhirnya, tim memutuskan untuk merancang dan membangun robot penulis cerdas ini dari awal.
Dari segi perangkat keras, versi 2.0 mengadopsi struktur CoreXY, yang sangat meningkatkan stabilitas dan efisiensi kerja mesin. Dalam hal perangkat lunak, model AI tingkat lanjut seperti LayoutLM dan GPT-4 digunakan untuk meningkatkan akurasi jawaban secara signifikan. Integrasi teknologi ini memungkinkan Daydream menangani berbagai jenis pertanyaan dalam bahasa Mandarin, matematika, bahasa Inggris, dan mata pelajaran lainnya, termasuk pilihan ganda, mengisi bagian yang kosong, pemahaman membaca, dan bahkan menulis.

Meskipun masih ada ruang untuk peningkatan produktivitas Daydream—3 jam untuk menyelesaikan tugas setebal 44 halaman—hal ini tentu saja menawarkan kemungkinan baru untuk mengurangi beban siswa. Namun penemuan ini juga mendorong masyarakat untuk berpikir secara mendalam tentang hakikat pendidikan. Beberapa netizen bercanda: Anda telah melakukan pekerjaan dengan baik, tetapi ada sedikit hal sepele: sebagian besar sekolah sudah dimulai. Hal ini tidak hanya menunjukkan kepraktisan melamun, tetapi juga mencerminkan keraguan masyarakat terhadap metode pendidikan.
Baik itu orang dewasa yang telah memasuki masyarakat atau siswa yang berjuang di sekolah, kemunculan lamunan membangkitkan resonansi tertentu di lubuk hati orang-orang. Bukan hanya mesin yang bisa menggantikan manusia untuk menyelesaikan pekerjaan rumah, tapi juga contoh nyata teknologi yang mewujudkan fantasi masa kecil. Penemuan inovatif ini menunjukkan bagaimana teknologi mengubah kehidupan kita dan membawa arah pemikiran baru dalam bidang pendidikan.
Seiring dengan kemajuan teknologi AI, perangkat pintar seperti Daydream mungkin akan semakin memasuki kehidupan kita. Meskipun memberikan kita kemudahan, hal ini juga mengingatkan kita bahwa kita perlu memikirkan kembali sifat pendidikan dan metode pembelajaran di masa depan. Sambil mengapresiasi keajaiban teknologi ini, kita juga perlu mempertimbangkan secara serius bagaimana menemukan keseimbangan antara perkembangan teknologi dan tujuan awal pendidikan untuk memastikan bahwa kemajuan teknologi benar-benar bermanfaat bagi pendidikan dan bukan menjadi alat untuk menghindari pembelajaran.
Robot “Daydream” tidak hanya menunjukkan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, tetapi juga memicu pemikiran mendalam kita tentang pendidikan dan etika ilmu pengetahuan dan teknologi. Di masa depan, bagaimana menyeimbangkan kemajuan teknologi dan tujuan awal pendidikan akan menjadi isu penting yang layak untuk terus didiskusikan.